31
Jul
08

Jaringan……


Tugas Jaringan :

Tugas ke – 1
Buat sebuah tulisan berdasarkan pertanyaan di bawah ini :
1. Apa itu Komunikasi Data?
2. Bagaimana Komunikasi Data berlangsung dari 1 komputer ke komputer lain, jelaskan!
3. Jelaskan Perbedaan Simplex, Half Duplex dan Full Duplex!
4. Sebutkan macam – macam media transmisi?
5. Jelaskan fungsi dan cara kerja Hub!
6. Jelaskan fungsi dan cara kerja Swicth!
7. Jelaskan fungsi dan cara Kerja Router!
Jawaban :
1.  Komunikasi Data :
Komunikasi data, adalah komunikasi dimana source adalah data.
Transmisi suara dapat saja dijadikan transmisi data jika informasi suara tersebut    dirubah (dikodekan ) menjadi bentuk digital.

2.    Sistem berlangsungnya komunikasi data dari computer 1 ke computer yang lain :
Komputer 1 dengan komputer lainnya melakukan proses pegiriman data melalui beberapa tahap antara lain:
1. Source (sumber) : alat yang menberikan data sehingga dapat
ditransmisikan, contoh telpon dan PC.
2. Transmitter (pengirim) : sebuah transmitter akan memindahkan dan
menandai informasi dengan cara yang sama seperti mengahasilkan
sinyal-sinyal elektro-magnetik yang ditransmisikan melewati beberapa
system. Sebagai contoh sebuah modem tugasnya menyalurkan seuatu
digital bit stream dari suatu alat sebelumnya misalkan PC, dan
menstranfromasikan bit stream tersebut menjadi suatu sinyal analog
yang dapatmelintas melalui jarigan telpon.
3. Transmission System : Jalur transmisi tunggal (single transmission
line) atau jaringan kompleks yang menghubungkan antara sumber dan
tujuan.
4. Receiver : receiver menerima sinyal dari system transimisi dan
menggabungkan kedalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap oleh
tujuan.
5. Destination : Menangkap data yang dihasilkan oleh receiver.

3.    Perbedaaan Simplex, Halp Duplex dan Full Duplex:

1.    Simplex
Data dikirimkan hanya kesatu arah saja. Pengirim dan
penerima tugasnya tetap. Metode ini paling jarang
digunakan dalam sistem komunikasi data.
Contoh :
Komunikasi siaran radio (radio broadcasting),
Komunikasi siaran televisi, radio panggil (pager),
2. Half Duplex
Data dapat dikirimkan kedua arah secara bergantian.
Pada metode ini terdapat turn around time, yaitu : waktu
yang diperlukan mengganti arah transfer data.
Contoh : Chatting, Sort Massage Service (SMS),
komunikasi pada radio dua arah (H/T, radio panggil polisi, dll)
3. Full Duplex
Mengirimkan data dalam dua arah pada waktu yang sama.Biasanya sistem ini memiliki dua kanal yang terpisah
untuk setiap arahnya.
Contoh : Komunikasi menggunakan telepon, hand
phone (mobile phone)

4.    Macam-macam media transmisi :
Media Transmisi Data :
a.  Kabel Untiran :
Kabel jenis ini merupakan kabel yang paling luas penggunaannya karena dipergunakan untuk jaringan telpon. Kabel ini terbuat dari tembaga dimana beberapa pasang kabel di-untir dan dijadikan satu. Guna mempertinggi kualitas kabel, seringkali setiap pasang kabel akan saling di-untir sehingga disebut sebagai kabel untir-an.
b. Kabel Koaksial
Pada jenis ini, kabel utama yang terbuat dari tembaga akan dikelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lainnya dan diantaranya terdapat isolasi. Dari sudut harga, kabel ini lebih mahal apabila dibanding dengan kabel untiran, tetapi kualitas yang diberikan juga lebih baik.
c.    Fiber Optic Cable (Serat Optik).
Dewasa ini terdapat usaha untuk menggunakan cahaya sebagai media komunikasi. Data yang ada akan dibawa oleh cahaya, dan untuk menyalurkan cahaya yang membawa data tersebut, diperlukan adanya suatu jenis kabel yang khusus, dan kabel inilah yang disebut sebagai fiber optic cable ataupun serat fiber. Fiber optic terdiri atas suatu gelas fiber yang sangat tipis dan dapat dipergunakan untuk menyalurkan data dalam jumlah dan kecepatan yang sangat tinggi.
d.  Gelombang Radio-AM
Sinyal yang berbentuk analog, juga dapat ditransmisikan melalui udara, seperti misalnya: gelombang radio. AM-Radio yang merupakan singkatan dari Amplitude Modulation, dapat menangkap sinyal pada frekwensi yang sama, dan dengan kekuatan dan amplitude yang dimilikinya, dapatlah menggerakkan informasi kearah yang dituju.
e.   Pemancar Radio-FM /Station Televisi
Pemancar radio-FM dan station televisi juga dapat digunakan untuk menyalurkan gelombang analog. Dalam hal ini, Station televisi ataupun pemancar Radio-FM (Frekwensi Modulation) akan ng mendiami gelombang antara 54 hingga 806 megahertz (millions of cycles per second)
f.   Radio Komunikasi Gelombang Pendek.
Dalam hal ini, radio komunikasi gelombang pendek banyak digunakan oleh kalangan tertentu, misalnya ORARI ataupun kepolisian, juga dapat dimanfaatkan untuk membawa sinyal analog ketempat yang dituju. Radio komunikasi gelombang pendek memiliki frekwensi yang lebih tinggi jika dibanding dengan frekwensi yang dimiliki oleh pemacar radio-AM.
g.   Telephone Cellular
Telpon celuler ataupun telpon genggam, ataupun telpon mobil yang bekerja pada frekwensi 825 hingga 890 megahertz, juga dapat dimanfaatkan sebagai suatu media transmisi komunikasi data.
h.   Gelombang Mikro.
Komunikasi data melalui gelombang elektro magnet (udara) yang paling banyak digunakan adalah dengan gelombang mikro atau microwave. Cara ini bisa menjangkau jarak yang sangat jauh, sehingga banyak kalangan industri ataupun pribadi yang menggunakannya untuk memindahkan/ menyalurkan suara, video ataupun data komunikasi
i.Satelit.
Penggunaan satelit dirancang untuk mengurangi biaya pada pengiriman jarak yang sangat jauh. Apabila digunakan gelombang mikro, maka diperlukan banyak sekali station pemancar bumi yang harus dibangun. Disamping itu juga harus diingat adanya lautan yang memisahkan daratan satu dengan lainnya. Dengan menggunakan satelit, maka permasalahan yang ada bisa diatasi. Satelit secara umum bekerja pada frekwensi antara dua hingga 40 gigahertz (billion of hertz)

•    Getaran sinyal pembawa itu harus disampaikan kepada penerima
•    Proses penyampaian ini harus dilakukan melalui suatu media
•    Analogi dengan pembawa truk maka maka jalan rayanya disebut media transmisi
•    Proses perambatan sinyal gelombang pembawa dari satu tempat ketempat lain disebut propagasi.
•    Didalam media, carrier dalam bentuk gelombang pembawa. ( carrier wave ).

5.    Fungsi dan cara kerja hub :
Hub
Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut.

6.    Fungsi dan cara kerja switch
Switch
Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs.
Cara kerja switch
Jika akan menggunakan switching hub, diperlukan beberapa informasi dasar untuk menentukan pilihan switch, yaitu dengan mengetahui cara kerjanya.
– Cut through
Yaitu menentukan route paket yang diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu saja hal ini akan meningkatkan throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Pengiriman dilakukan tanpa terlebih dahulu mengumpulkan seluruh paket. Tetapi ketika alamat tujuan diketahui, langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat itu. Untuk satu paket Ethernet (1518 byte) proses ini memerlukan waktu hanya selama 40 microsecond. Dalam keadaan koneksi tujuan sedang digunakan, switch akan menampung paket data yang diterima untuk dimasukkan ke dalam buffer. Dan paket data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong.
– Store and forward
Cara kerjanya dilakukan dengan mengumpulkan seluruh paket hingga lengkap ke dalam memory switch dan melakukan pemeriksaan kesalahan dengan metode CRC (Cyclic Redundancy Check). Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses untuk setiap paket Ethernet adalah 1,2 milidetik. Karena diperlukan memory yang cukup, ada potensi terjadinya latency dalam store and forward switch ini yang disebabkan oleh penuhnya memory yang ada untuk menampung seluruh paket dan tabel dari ntwork address.
Walaupun cara cut through akan mengurangi terjadinya latency, tetapi konsekuensinya, paket data yang rusak juga akan juga sampai ke alamat tujuan. Kebalikannya, hal ini tidak terjadi pada store and forward switch.
Dari kedua cara di atas, ada pula switch yang menggabungkan kedua cara tsb yang disebut hybrids. Pada saat awal menggunakan cara cut through switching, dan melakukan pemeriksaan CRC, kemudian menghitung jumlah error yang ada. Jika jumlah error telah sampai pada batas tertentu, switch akan bekerja dengan cara store and forward sampai dengan kondisi jumlah error telah berkurang. Selanjutnya switch akan kembali bekerja dengan cara cut through. Cara termudah untuk mengetahui adanya kemampuan ini adalah dengan melihat ada atau tidaknya keterangan threshold detection atau adaptive switch dalam spesifikasi teknisnya.
7.    Fungsi dan cara kerja Router:
Router
Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan. Router menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP,HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua host manapun.

Cara kerja router :
Router adalah adalah komponen jaringan yang bertugas routing paket dari
suatu jaringan ke jaringan lain. Atau dapat disebut juga sebagai sebuah mesin
(bisa berupa computer desktop atauapun sebuah alat khusus) yang digunakan
untuk menyalurkan paket-paket yang dikirimkan oleh sebuah network ke
network lain dengan melakukan suatu filtering terhadap paket2 yang dikirim
hanya pada protocol TCP/IP. Router pada system OSI berjalan pada layer
Network layer. Sebuah network yang dihubungkan dengan sebuah router
dianggap dua network yang berbeda sehingga tidak dapat berhubungan secara
langsung Routing dapat diimplementasikan secara langsung dan secara tidak langsung.
Secara langsung bila paket dikirimkan dari dan dengan tujuan yang masih
dalam satu jaringan. Misal dari A1 ke B1. Sedangkan routing tidak langsung
yaitu dari A1 ke B2 yang harus melewati router 1 dan router 2.
Router saat ini dapat berupa rangkaian tersendiri misalnya yang terkenal Cisco
Router. Atau dapat berupa komputer yang tentu saja memiliki lebih dari satu
ethernet card dapat menggunakan software seperti LRP (Linux Router
Project).


5 Responses to “Jaringan……”


  1. 1 ??
    August 15, 2008 at 10:48 pm

    gak nyambung……………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    !!!!!!
    aneh!!!!!!!!!!
    ????

  2. 3 ??
    August 15, 2008 at 10:49 pm

    yang punya pasti orang aneh111
    atau dah gila ya????

  3. 4 Usman
    August 15, 2008 at 10:50 pm

    Pichan….
    kalo g’ niat telpon jgn telpon!!!!!!!!
    dasar pichan!!!

  4. 5 ????
    August 15, 2008 at 10:51 pm

    pichan……….
    pichan……….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My Calendar….

July 2008
M T W T F S S
    Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Chat

””

It’s Me….

Man Jadda Wajada...!!!!

(Siapa Yang Bersungguh-Sungguh Akan Berhasil...!!! )

Translate

function googleTranslateElementInit() {
new google.translate.TranslateElement({
pageLanguage: 'id'
}, 'google_translate_element');
}


%d bloggers like this: